aku tau dia..dia juga tau siapa aku.. hanya saja tidak ada satu patah katapun yang terucap dari mulut masing-masing..tidakpun kata sebait "hallo" karena memang tak ada kesempatan, tak ada alasan buat kita saling berkomunikasi.
Awalnya aku biasa saja.. menyelami cinta yang sedang aku punya meskipun cuma dalam hati.
Namun sejak saat itu.. sejak aku tau dia duduk disebelahku... sejak ruangan itu mengharuskan aku berkenalan, bahkan kami satu sama lain tak ada saling mengulurkan tangan.. cuma bermodal nama.. kusapa dia..
Berawal dari bersama, bermula dari obrolan, tawa, senyum, membuat aku melepaskan semua atribut tentang cinta lama yang sudah tak mungkin ku gapai.
Yang teringat saat ini, yang terngiang sekarang, "AKU MENCINTAINYA", mencintai pria ini dengan hanya bermodal nama, aku tak tau dia berasal dari mana, aku tak tau bagaimana ia dididik, bibit bebet dan bobotnya, sama sekali.
Sejak saat itu, meski sudah saling mengenal, intensitas pertemuan kami tak beda jauh dari yang dulu, hanya 1 minggu sekali, terkadang tiba-tiba lewat secepat cahaya mesin fotokopi, atau aku hanya berani menatap dari kejauhan.
Jenuh dengan semua rasa yang hanya aku yang tau, kucoba terbuka dengan teman-temanku, satu persatu, sejak itu aku mulai tau siapa dia meski tak sepenuh ember dikamar mandiku.
Aku mulai berfikir, bagaimana aku bisa lebih mengenalnya tanpa harus dekat dengannya, karena ternyata bukan hal mudah untuk ada disampingnya.... SAHABAT..
Dia punya sahabat 1 cewek satunya lagi cowok, mula-mula aku sudah deket dengan sahabat cowoknya, tapi apa mungkin aku bisa cerita, sementara cowok fikirannya terlalu pendek buat menangkap keadaan, kufikir masih ada kesempatan untuk sahabat ceweknya, entah berawal darimana tiba-tiba kita jalan bareng,, nyalon, dan terucaplah kata aku "AKU MENCINTAI SAHABATMU".
Mulai saat itu, semakin banyak informasi yang aku dapat tentang dia.. namun sejak saat itu pula aku semakin jauh dari darinya.. Angkuh.. kata itu yan selalu terfikir tentangnya, namun sahabatnya berusaha tidak membuatku berfikir tentang hal itu.
Sampai aku tau..dia lebih memilih bercengkrama dengan teman-teman SMA nya dibanding dengan kami yang selalu dalam 1 wilayah perkuliahan.. Aneh memang.. yasudahlah...
Dari situ aku mulai tau siapa gadis yang dia suka... kemuadian dia patah hati.. mencoba dekat dengan gadis lain.. haha.. aku seperti kehilangan kesempatan setidaknya cukup menjadi teman yang benar-benar ia kenal saja udah tidak mungkin..
Terkadang aku seperti diberi pintu yang terbuka lebar-lebar..namun disisi lain tiba-tiba pintu tertutup dalam keadaan kunci tertinggal di dalam.. apa mungkin untuk ku buka kembali ?? mungkin ada kesempatan tapi setelah pintu dibuka bentuknya mungkin sudah tak seutuh dulu.. mungkin sudah tak seindah dulu..
apa aku harus berfikir ini akhir jalan ku menemukan pintu lain.. disatu sisi aku masih dikuatkan kata-kata sahabatnya "BAHWA DIA TIDAK SEPERI YANG KAMU FIKIRKAN"
jujur aku bingung... bila saja suatu saat memang harus aku hilangkan lagi atribut tentang dia .. atribut yang kesekian kalianya... OK aku ikhlas...
Dan saat ini aku cuma bisa berdoa, kalau dia adalah jodoh untukku, pasangan untukku, karena dia adalah manusia yang mencintai penciptaku, penciptanya juga. berharap ia pembimbing hidupku unuk aku jauh lebih baik menata agama.
Namun kalau garis tangan membelokkan jalannya, aku ikhlas untuk dia dengan wanita yang mungkin ALLAH anggap dia yang lebih baik untuk diberi bimbingan, berdoa agar dia bahagia... dan sekarang aku titipkan cinta ini ke ALLAH, sampe ALLAH ngasih ke orang benar-benar dia pilih buat aku..... :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar